Archive for May, 2010

Belajar : Teknis Fotografi & Fungsinya

Fotografi bukan segalanya tentang kamera. Dikatakan bahwa fotografi adalah seni bermain dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya, maka mustahil fotografi itu ada. Menghasilkan sebuah gambar yang bagus, harus memiliki visi yang kuat dalam hal ‘melihat’. Memperhatikan cahaya, komposisi dan momen adalah hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam membuat foto yang dapat dikategorikan ‘bagus’.

Namun, sepertinya mustahil dapat menghasilkan foto seperti itu jika tidak mengenal dan memahami dari masing-masing teknis fotografi dasar. Fotografi memang bukan segalanya tentang kamera, namun kamera adalah alat untuk menyalurkan visi kita itu. Maka, sekiranya perlu mengenal dan memahami bagaimana kamera bekerja.

Tugas utama dari kamera adalah mengatur intensitas cahaya yang masuk dan pada akhirnya mengenai film/sensor (selanjutnya saya sebut medium). Apabila, kamera mengizinkan terlalu banyak cahaya yang masuk maka medium akan terbakar (overexposed). Dan sebaliknya. Bagaimana agar cahaya yang masuk itu tidak berlebih dan tidak kurang, atau dengan kata lain ‘pas’. Berikut saya jabarkan satu-satu.

Aperture
Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka. Fungsi ini lebih tepatnya terletak pada lensa. Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar.

Penulisan Aperture yang benar adalah f/x. Sehingga apabila dikatakan nilai Aperture-nya adalah 5.6, maka penulisan yang benar adalah f/5.6. Jadi jangan bingung apabila ada yang bilang bahwa bukaan lensa 2.8 lebih besar dari bukaan lensa 5.6. Karena kalau secara penulisan matematisnya memang benar khan? (f/2.8>f/5.6) Tapi kebanyakan kita malas untuk bilang f/2.8 atau f/5.6, karena kita orangnya simpel sih…

Efek Samping dari Aperture
Seperti obat batuk yang memiliki efek samping, begitu juga dengan aperture. Efek sampingnya adalah semakin besar bukaan lensa, maka akan semakin kecil daerah fokusnya. Dan sebaliknya. Daerah fokus inilah yang biasa dikenal dengan DOF (Depth of Field).

Shutter Speed
Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar.

Penulisan shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah foto menggunkanan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik. Jadi jangan bingung kalau dikatakan bahwa speed 60 lebih cepat dibandingkan 30. karena secara penulisan matematis memang begitu khan?

Efek Samping dari Shutter Speed
Seperti berpacaran yang memiliki efek samping, seperti sulit melirik wanita/pria lain, begitu juga dengan shutter speed. Semakin cepat shutter speed, maka akan gambar akan semakin terlihat diam (freeze). Dan sebaliknya, apabila speed terlalu lamban gambar akan terlihat blur dikarenakan gerakan yang terlalu cepat, sehingga objek terlihat bergerak sangat cepat.

ISO atau ASA
Adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tingkat sensitifitasnya. Artinya, apabila kita merubah nilai ISO atau ASA ini menjadi lebih tinggi, sedangkan aperture dan speednya tidak diubah, maka medium akan menerima cahaya lebih banyak. Dan sebaliknya.

Efek Samping ISO atau ASA
ISO adalah tingkat sensitifitas sensor (medium), sedangkan ASA adalah tingkat sensitifitas film (medium), jadi perbedaannya hanya dimediumnya saja. Tapi logikanya sama. Kecuali efek sampingnya. Dimana apabila menggunakan film ASA tinggi, maka gambar akan terlihat grainy (berbentuk titik kecil namun banyak). Sedangkan penggunaan ISO tinggi akan menghasilkan noise (seperti bentuk cacing namun banyak). Sedikit aja udah geli apalagi banyak =)

Incoming search terms for the article:

arti diagframa dan speed shuter pada kamera nikon 3100 (1),teknik dasar d70s (1),mengenal fungsi pengaturan mode nikon d70 (1),mengenal fungsi nikon d70 (1),cara mengatur speed dan bukaan nikon d70 (1),cara mengatur iso dan sped (1),cara mengatur diafragma pada nikon 3100 (1),belajar fotografi tingkat dasar (1),belajar fotografi dasar (1),atur diafragma di d70 (1),TEKNIS BELAJAR (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by apoez - May 24, 2010 at 10:25 pm

Categories: Tutorial Fotografi   Tags: , , ,

Teknik dan Cara Memotret Foto Kembang Api

Anda ingin membuat foto seperti di atas ?
Ayo belajar dan ikuti langkah-langkahnya…
Berikut langkah-langkahnya :
1. Tentukan tempat yang anda anggap bagus
2. Pastikan tidak ada halangan di udara seperti asap
3. Setting di Time Priority, set di 4 detik
4. ISO 400
5. Pasang di tripod
6. Perhatikan baik-baik situsi, sesaat setelah kembang  api menyala, tekan tombol  sutter


Selesa.

Selamat mencoba..dan tunjukan hasilnya seperti apa..hehe..

Incoming search terms for the article:

cara foto kembang api (1),cara memfoto panning (1),cara setting kamera canon eos 500d untuk memfoto kembang api (1),memfoto asap (1),teknik MEMFOTO ASAP (1),teknik time priority (1)

2 comments - What do you think?
Posted by apoez - May 23, 2010 at 10:23 pm

Categories: Tutorial Fotografi   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Cara dan Teknik Fotografi : Membuat Panning

Nah diatas adalah contoh hasil foto dengan teknik panning, pengen juga menghasilkan kualitas foto seperti diatas? ayo kita belajar dan ikuti langkah-langkahnya..

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Sediakan Kamera tentunya
  2. Atur setingan waktunya : Set di Time priority
  3. Kemudian Setting time nya  1/15 detik
  4. Jangan lupa setting juga ISO 100
  5. Kemudian pilih AI SERVO
  6. Setelah proses setting selesai maka sambil foto ikuti gerakan, klik shutter, sambil masih mengikuti gerakan.

Begitulah langkah-langkahnya. Selamat Belajar dan semoga Sukses !

Incoming search terms for the article:

teknik fotografi (26),setting kamera dslr untuk memotret panning (1),settingan camera untuk panning (1),tekhnik fotografi (1),tekhnik panning zoom in (1),teknik foto makro (1),cara bikin foto panning dslr (1),teknik fotografi dslr d90 (1),teknik panning nikon d90 (1),teknik panning pada fotografi (1),teknik panning zoom (1),teknik time priority (1),tutor tehnik foto panning (1),setting gambar panning di nikon (1),setingan camera untuk panning (1),pengaturan untuk teknik panning (1),cara buat panning (1),cara dan tehnik fotografi (1),cara foto panning kamera slr canon (1),cara membuat foto panning dslr (1),cara membuat panning (1),cara membuat panning photography (1),cara panning (1),cara panning photography (1),metode panning (1),metode panning photography (1),panning zoom fotografi (1),pengaturan teknik panning (1),www cara mudah belajar camera slr (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by apoez - May 22, 2010 at 11:43 pm

Categories: Tutorial Fotografi   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Next Page »