Posts tagged "Akan"

8 Tahapan Pembuatan Camera Digital Samsung

1. Tahap Design dan Konsep
Pada tahap awal ini, product planners, designers, programmers dan engineers berdiskusi tentang konsep camdig yang akan dibuat.
Konsep yang dibuat harus bisa mengakomodasikan trend pasar dan kebutuhan customer dimasa kini.
Adapun trend pasar jaman sekarang adalah camdig yang hemat batterai dan memiliki kemampuan multishot.

2. Proses Casting Casing
Setelah konsep dan design sudah ditentukan, maka selanjutnya engineer dengan bantuan komputer dan robot akan melakukan pembentukan casing yang terbuat dari bahan plastik, alumunium dan titanium.

3. Proses Pembuatan Lensa
Pada tahap ini, lensa dibuat dan disesuaikan dengan jenis camdig yang ada yaitu pocket atau SLR. Adapun lensa dibuat dari kaca yang dipanaskan.

4. Proses Pengepasan Lensa di Kotak Lensa/Barrel
Setelah lensa sudah dilapisi pelindung, maka lensa akan dimasukan dan dipaskan ke dalam Kotak Lensa/Barrel yang sudah ditentukan.
Jumlah dan jenis lensa ditentukan berdasarkan kemampuan optical zoom dan jenis kamera (pocket/SLR).


5. Proses Penyatuan semua Komponen
Setelah proses pengepasan lensa selesai, maka kotak lensa/barrel yang sudah berisi lensa akan disatukan dengan circuit board, LCD, panel, image sensor, digital sensor dan chip memori.

6. Proses Penyelesaian Casing
Setelah semua komponen disatukan, maka akan disatukan kembali dengan casing dan dilakukan tahap penyelesaian agar casing terlihat kokoh dan dapat digunakan dengan nyaman.

7. Proses Instalasi Software
Dalam tahap ini, camdig yang sudah selesai akan diinstalasikan software pendukung agar camdig dapat digunakan. Adapun instalasi software dilakukan diruangan yang gelap.

8. Proses Pengetestan Shutter
Disini, camdig akan ditest shutter-nya satu persatu.

9. Proses Pengetestan Primary Color
Tahap akhir, camdig akan ditest berbagai macam feature-nya antara lain mode shoot, resolution, digital zoom, dan color test. Agar kualitas camdig terjamin.

10. Hasil Akhir
Setelah semua proses telah selesai, maka camdig siap dipasarkan dan digunakan..


Incoming search terms for the article:

pembuatan camera (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by apoez - September 6, 2010 at 4:39 pm

Categories: Kamera Digital, Tutorial Fotografi   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Teknik dan Cara Memegang Kamera

Tips atau cara memegang Kamera sebelum kita menekan Shutter, kita mesti tahu terlebih dahulu teknik memegang kamera. Ada bermacam-macam cara untuk memegang kamera dan kebiasaanya, tergantung pada jenis lensa (lensa standard/wide atau lensa tele) yang kita pakai dan lingkungan kita contohnya ISO yang sesuai untuk dipakai.

Dengan cara memegang kamera yang salah kemungkinan besar akan menyebabkan gambar yang kita ambil itu blur/bergoyang. Akan tetapi dengan cara yang benar juga kita bisa mendapatkan gambar yang bagus/sharp tanpa menggunakan tripod contohnya handholding utk shutter 1/15s

Di sini saya ingin berbagi tips dari Joe McNally (http://www.joemcnally.com) dalam blog nya (http://www.joemcnally.com/blog).

Joe McNally menerangkan dengan terperinci dalam klip videonya di sini http://www.youtube.com/watch?v=EDsx3-FWfwk Cara penerangannya cukup baik dan banyak jugak jokes yang diselitkan.

Semua keterangan boleh dibaca di blognya http://www.joemcnally.com/blog/2008/03/10/da-grip/
Gambar gambar yang di link kan di sini juga di ambil dari blognya.

1. Cara yang kurang tepat
Click here to enlarge
sebab..boleh menyebabkan anda sakit belakang.

2. Cara yang digunakan oleh Joe McNally
Click here to enlarge
Tangan kiri dan tangan kanan sebaik-baiknya kepitkan ke badan serapat yang mungkin supaya posisi kita lebih stabil dan kurang bergoyang bila menekan shutter.

3. Juga cara yang kurang tepat
Click here to enlarge
- Jarang digunakan kerana posisi seperti ini terlihat seperti memegang kayu baseball. Tangan kiri kita juga seperti mengepak dan menjadikan kedudukan kurang stabil.

4. Cara unorthodox yang dicadangkan
Click here to enlarge
Click here to enlarge
Click here to enlarge
-kamera diletakkan di atas bahagian dada sebelah kiri, bukan atas bahu tapi bawah bahu sikit, supaya denyutan jantung kita tidak memberi gangguan kepada kamera kita.

5. Cara memegang tele lens, ada ditunjukkan di video clip dalam link youtube di atas.

Incoming search terms for the article:

cara memegang kamera (31),cara memegang kamera yang benar (4),cara pegang kamera dslr (3),cara memotret yang benar (2),cara pakai kamera slr (1),cara pakai canon 550d (1),cara pegangan kamera video yang benar (1),cara pemotretan moving dengan nikon (1),cara menggunakan camera angel (1),gambar cara memegang handycam yang benar tanpa menggunakan tripod (1),langkah-langkah memegang kamera (1),macam macam memegang kamera (1),trik memotret sony nex3 (1),tips memotret dengan kamera sony nex3 (1),tips memegang kamera (1),tips dan cara pakai kamera nikon d90 (1),teknik menggunakan handycam (1),teknik memegang video camera (1),teknik memegang kamera (1),membuat video klip dengan nex5 (1),cara mengatur modus handycam sony (1),2 teknik yang digunakan dalam video kamera (1),artikel tentang cara memegang kamera dengan benar (1),belajar fotografi dengan canon d550 (1),belajar memotret pakai kamera digital (1),cara guna sony nex 5 (1),cara me menggunakan handycam yang benar (1),cara memakai canon 600D (1),Cara memakai Handycam sharp (1),cara memegang camera video agar stabil (1),cara memegang d550 yang benar (1),cara memegang dslr dan lensa tele (1),cara memegang handy cam (1),cara memegang kamera dengan bahu (1),cara memegang kamera digital (1),cara memegang kamera digital yang benar (1),cara memegang kamera slr (1),cara memegang kamera video dengan stabil (1),cara memegang kamera yang baik (1),video klip dari kamera DSLR (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by apoez - August 13, 2010 at 1:22 pm

Categories: Tutorial Fotografi   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Teknik Dasar Fotografi

1. Depth of Field a.k.a. DOF

Spoiler for DOF:
Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.
Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground:

Spoiler for foto 1:

Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background:

Spoiler for foto 2:

Contoh berikut menunjukan foto DOF panjang / dalam, dengan fokus pada foreground dan background.

Spoiler for foto 3:

Berikut contoh perbandingan hasil foto pada panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda:

Spoiler for tabel perbandingan:

2. Freeze

Spoiler for Freeze:

Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Berikut contoh foto freeze:

Spoiler for foto 1 ( dengan flash ):

Spoiler for foto 2 ( outdoor dengan matahari ):
3. Movement

Spoiler for Movement:

Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

Berikut contoh foto movement:

Spoiler for foto 1:
Spoiler for foto 2:
Spoiler for foto 3:
4. Panning

Spoiler for Panning:

Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
Contoh foto panning:

Spoiler for foto1:

Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

5. Bulb

Spoiler for bulb:
Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.
Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:

Spoiler for foto 1:

Contoh foto bulb dengan menggunakan senter atau sumber cahaya yang digerakkan:

Spoiler for foto 2:

Incoming search terms for the article:

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI (38),teknik2 fotografi (18),teknik photografi (14),foto panning (5),pengertian movement fotografi (3),1100D blup (2),teknik fotografi movement (2),pengertian movement pada photografi (2),teknik fotografi canon 550d (2),fotografi movement (2),teknik memotret malam hari canon 1100d (2),teknik foto menggunakan canon 1100d (2),teknik dasar fotografi canon 550 (2),arti movement fotografi (2),tekhnik fotografi (1),teknik fotografi dengan canon eos 550d (1),setting bulb pada canon 1100D (1),setting canon 1100d biar belakang blur (1),teknik dasar foto oakai canon 550d (1),setting foto malam hari pakai kamera canon eos 550D (1),setting kamera untuk teknik freeze (1),teknik dasar fhotografi menggunakan canon 550d (1),settingan kamera untuk teknik depth of field (1),tehnik pengambilan pada foto grafi (1),teknik dasar 550D (1),teknik dalam fotografi canon eos d1100 (1),tekhnik bulb canon 550d (1),tekhnik fotografer freez (1),teknik bulb dengan eos 550d (1),teknik bulb dslr canon d1100 (1),teknik dasar photografi kamera 1100d (1),teknik pengambilan foto (1),teknik pengambilan foto pada malam hari menggunakan kamera dslr (1),teknis fotografi 1100d (1),tutorial foto dengan kamera canon 1100d (1),tutorial fotografer canon 550D (1),tutorial fotografi menggunakan canon eos 550d malam hari (1),tutorial photography freez (1),tutorial setting canon 1100d (1),teknik panning canon eos 1100d (1),teknik foto movement dengan kamera canon 550d (1),teknik memotret benda bergerak canon 550d (1),teknik foto gambar bergerak dengan canon eos 550d (1),teknik foto objek bergerak dengan canon eos 550d (1),teknik fotografi (1),teknik fotografi 550d (1),teknik fotografi dasar kamera canon 550d (1),teknik fotografi dengan canon 550d (1),teknik fotografi menggunakan canon 550d (1),teknik fotografi menggunakan eos 550d (1)

Be the first to comment - What do you think?
Posted by apoez - July 4, 2010 at 11:14 am

Categories: Tutorial Fotografi   Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Next Page »